Apakah senam otak itu
Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.
PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.
Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.
SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.
Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.
Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak.
Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.
Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.
Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.
Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah.
Senam otak (brain gym) adalah rangkaian latihan gerakan
sederhana yang dilakukan untuk memudahkan kegiatan belajar. Rangkaian
gerakan yang dilakukan bisa memperbaiki konsentrasi belajar si kecil,
meningkatkan rasa percaya diri, menguatkan motivasi belajar, serta
membuatnya lebih mampu mengendalikan stres. Itulah sebabnya, latian
ini cocok untuk si kecil, terutama untuk menunjang belajarnya di
sekolah.Cuma itu ? Tentu saja tidak. Senam otak juga sangat praktis,
karena bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.
Porsi latihan yang tepat adalah
sekitar 10-15 menit, sebanyak 2-3
kali dalam sehari.Latihan-latihan senam otak ini adalah inti dari
Educational Kinesiology. Sebenarnya, education berasal dari kata
latin, yakni educare; yang berarti menarik keluar. Sementara itu,
kinesiology berasal dari bahasa Yunani, yakni kinesis, artinya
gerakan. Jadi kinesiology adalah ilmu tentang gerakan tubuh manusia.
Educational Kinesiology, untuk selanjutnya disingkat Edu-Kinestetik,
merupakan metode yang dikembangkan oleh Paul E. Dennison, seorang
pendidik di Amerika, Direktur Valley Remedial Group Learning Center.
Metode yang diciptakannya ini bertujuan untuk menolong para pelajar
agar memanfaatkan seluruh potensi belajar alamiah (yang terpendam)
melalui gerakan tubuh dan sentuhan. Apalagi, ditemukan bahwa beberapa
anak berusaha terlalu keras, sehingga mekanisme integrasi otaknya
justru dilemahkan. Akibatnya, anak malah mengalami hambatan dan
kesulitan dalam belajar. Padahal, sebenarnya integrasi otak
diperlukan agar kegiatan belajarnya utuh.
Senam ini sebaiknya dilakukan ketika si kecil berusia 6 tahun. Sebab,
pada usia ini biasanya ia sudah dapat memberi respons terhadap apa
yang diinginkan oleh orang lain. Kalau pun tidak mampu merespons, ia
tetap dapat melakukan senam secara pasif. Artinya, dalam posisi
berbaring, si kecil tetap dapat dituntun untuk melakukan berbagai
gerakan.
Menulusuri sistem kerja otak
Otak memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup
manusia. Karena, organ yang beratnya 1400 gram dan memiliki volume
sekitar 230 cm3 ini merupakan pusat pengendali berbagai aktivitas
fisik maupun mental. Boleh dibilang, sistem kerja organ yang satu ini
memang begitu kompleks.
Otak itu sendiri merupakan kumpulan jaringan syaraf yang terlindungi
di dalam tengkorak. Jaringan syaraf yang tersusun dari bermilyar-
milyar neuron (sel syaraf) ini terbagi menjadi dua, yakni otak besar
(serebrum) yang terdiri dari belahan otak kanan dan kiri dan otak
kecil (serebelum).
Otak juga memiliki sistem komunikasi yang dapat bereaksi cepat dalam
mengorganisasikan dan merencanakan respons terhadap informasi atau
rangsangan yang masuk. Ketika informasi masuk, neuron (kesatuan
syaraf) akan "menelepon" neuron lainnya, "temannya". Mula-mula pesan
akan diterima oleh dendrit (serabut pada neuron). Lalu, impuls pesan
tersebut disalurkan melalui "kabel telepon", yakni sepanjang akson
(bagian dari neuron yang menyerupai batang). Selanjutnya, akson akan
meneruskan impuls ke sinaps, yakni serabut yang merupakan tempat
pertemuan antar-neuron yang hendak menyampaikan impuls pada neuron
lain. Dari sinaps, pesan berpindah ke dendrit yang terdapat pada
neuron lain. Proses penyampaian pesan seperti ini akan membentuk
respons, ingatan atau pikiran seseorang.
Masalahnya, seringkali informasi yang diterima otak tidak dapat
diekspresikan kembali secara utuh. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan
apa yang telah dipelajari akan menimbulkan perasaan gagal dan stres,
sehingga semangat belajar si kecil pun berkurang. Bila ia kurang
belajar, tentu prestasinya akan kian merosot dan perasaan gagal akan
terus mendera. Karena itulah, otak si kecil perlu juga diajak
bersenam.
Senam otak bertujuan untuk mengaktifkan potensi belahan otak
(hemisfer) kanan dan kiri, sehingga pada akhirnya terjadi integrasi
atau kerja sama antar keduanya. Secara garis besar, hemisfer kiri
digunakan untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara,
serta berorientasi pada waktu dan hal-hal yang terinci. Sementara
hemisfer kanan digunakan untuk hal-hal yang intuitif, merasakan,
bermusik, menari, kreatif, dan sebagainya. Selain itu hemisfer kiri
akan mengatur badan, mata dan telinga kanan, serta hemisfer kanan
akan mengontrol badan, mata dan telinga kiri. Nah, kedua hemisfer
ini "disambung" dengan corpus callosum, yakni simpul saraf kompleks
dimana terjadi transmisi informasi antar-belahan otak. Bila sirkuit-
sirkuit informasi dari kedua belahan otak cepat menyilang, maka
kemampuan belajar anak bisa "dibangkitkan". Untuk membaca dengan
lancar, menulis dengan benar, mendengarkan dan berpikir pada saat
yang sama, kita memang harus mampu "menyeberang garis tengah" yang
menghubungkan otak bagian kiri dan kanan. Itu sebabnya, anak yang
disleksia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis), tidak
percaya diri, cenderung menarik diri dari pergaulan, atau hiperaktif
(terlalu aktif), dapat juga "diaktifkan" melalui senam otak in


